Internet of Things (IoT)
merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari internet
yang tehubung secara terus-menerus. Pada dasarnya IoT mengacu pada benda yang
dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur
berbasis internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin
Ashton pada tahun 1999
“Internet
of things” merupakan istilah yang digunakan untuk
menggambarkan teknologi masa depan, ketika seluruh mesin dan perangkat dalam
kehidupan sehari-hari saling terhubung dan berkomunikasi pada Internet.
Cara Kerja Internet of Things
yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap
perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang
terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa
pun. Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin
tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas
bekerjanya alat tersebut secara langsung.
Manfaat Internet of Things
Banyak manfaat yang didapatkan dari internet of
things. Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. Kita
juga bisa mendeteksi pengguna dimanapun ia berada. Sebagai contoh barcode yang
tertera pada sebuah produk. Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana
yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati. Selain itu
dengan barcode kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah
atau dikurangi. Dengan barcode kita tak perlu susah – susah menghitung produk
secara manual. Contoh lain saat kita pergi ke Singapore. Jika kita ingin
bepergian menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bis kita cukup
menggunakan atau membeli EZ-link card. EZ-link card biasanya dipakai oleh para
wisatawan yang mengunjungi Singapore sebagai pengganti uang untuk membayar jasa
transportasi yang telah digunakan. Sedangkan warga negara Singapore sendiri
menggunakan KTP ataupun kartu pelajar sebagai alat membayarnya. Cara ini lebih
efisien dan cepat ketimbang kita menggunakan uang tunai. Jika kita menggunakan
uang tunai, kita masih harus mengantri untuk membayar, belum lagi jika kita
membayar dengan nilai nominal uang besar, kita harus menunggu untuk mendapatkan
uang kembalian kita.
Contoh kasus :
Sekali lagi mari
kita bayangkan sebuah skenario: anda sedang berlibur dan rumah ditinggal dalam
keadaan kosong. Suatu hari sensor kelembapan mendeteksi air di lantai dasar
rumah anda. Penemuan sensor tersebut diproses oleh suatu aplikasi yang juga
telah menerima laporan lain dari sensor temperatur yang mendeteksi aliran air
di pipa air utama (temperature akan menurun saat air mengalir). Kedua sensor
tersebut menjadi “awas” karena mereka mendeteksi anomali lingkungannya. Adanya
arus air yang besar mengindikasikan kemungkinan adanya semburan pipa, yang
memicu otomatisasi penutupan katup air; arus air yang kecil mengindikasikan
adanya aktifitas penggunaan toilet, dan air di lantai dasar rumah dikarenakan
kebocoran akibat hujan.
Sumber :


“Internet of Things” nantinya akan mengubah prilaku kita dalam segala hal. Bagaimana cara kita mensikapinya? Terima kasih
BalasHapusSebagai manusia seharusnya bisa sadar dan menyikapi "Internet of Things" ini sewajarnya ..
Hapuskelebihan dan kekurangan dalam pemakainya sebagai user harus bisa kita sikapi dengan sewajarnya ..
Salah satu wujud dari Intenet of Things apa aja ya gan ?
BalasHapusContohnya benda peralatan rumah yang mulai banyak terkoneksi dengan internet ..
Hapusyaitu kulkas pintar ..
pintu pintar dan lain -lain ..
Terima kasih gan, blog ente sangat membantu. Semoga kedepannya Indonesia menjadi negara yang antusias terhadap perkembangan IoT ini. Good Work!!
BalasHapus